Ritual Kemah Tahunan di Kaki Gunung Dempo Pagar Alam


Wisata kebun teh gunung dempo pagar alam
Foto diambil saat cuaca bagus dipagi hari, ini diambil dibawah jam 8 (doc. Lim Suandi/Fadlur)

Limsuandi.com -- Gunung Dempo di Pagar Alam memiliki ketinggian 3.173 mdpl, dengan titik awal pendakian berada di kampung 4 (1575 mdpl). Menjadi lokasi wisata yang banyak dikunjungi, bukan hanya pengunjung secara lokal dari wilayah Sumatera Selatan. Tetapi,  pengunjung dari luar Sumatera juga banyak melakukan pendakian. Wilayah sekitar kaki Gunung Dempo dijadikan sebagai lokasi perkebunan teh milik perusahan. Sedangkan dibawahnya, menjadi lokasi bercocok tanam sayuran oleh masyarakat.

Sungguh menyenangkan, dapat berkunjung menikmati indah dan sejuknya wilayah Dempo Pagar Alam. Setidaknya, Dempo menjadi lokasi wajib di kunjungi 4 tahun terakhir di organisasi kampus. Berikut pengalaman saya selama berkegiatan di Gunung Dempo Pagar Alam.

Latar Belakang Kegiatan

Berkemah dikaki Gunung Dempo Pagar Alam rutin dilakukan, setidaknya dimulai tahun 2015 sampai 2019. Semoga tetap berlanjut. Hanya saja tahun 2020 pindah lokasi kegiatan di Bukit Besar - Lahat. Kegiatan yang dilakukan memanglah rangkaian agenda tahunan organisasi. Tenang, kita bukan mahasiswa pecinta alam. Hanya saja sepertinya perlu membuat agenda jauh dari hiruk pikuk gemerlapnya cahaya lampu.

Perkemahan ini merupakan tingkatan terakhir, dari pemagangan anggota organisasi. Bagi calon anggota yang telah mengikuti magang selama 3 bulan, wajib mengikuti agenda berkemah sebagai tanda keseriusan. Tenang kok, tidak ada tindak kejahatan dan hal-hal yang merugikan segala pihak. Kegiatan ini murni sebagai ajang menilai watak calon anggota baru.

Kami biasa menyebut kegiatan ini sebagai “Pra Pelantikan”. Jadi, calon anggota baru yang belum dilantik, harus mengikuti kegiatan ini. Serius deh, kegiatan disini positif dan edukatif.


student center universitas sriwijaya
Suasana saat akan berangkat ke Pagar Alam, barang-barang dimasukan ke dalam bus (doc.Lim Suandi)

Alasan Pemilihan Lokasi Dempo

Lokasi kaki Gunung Dempo, selalu menjadi pilihan setiap tahunnya. Karena wilayah yang sudah dikenal dan pastinya beberapa anggota sudah kenal dekat dengan ketua kampung 4. Jadi, perihal izin kegiatan cukup mudah. Begitupun memasukan surat izin kepada pihak perkebunan teh (bisa nitip, haha).

Selain kemudahan dalam perizinan, wilayah sekitar kaki Gunung Dempo Pagar Alam juga sering banyak pengunjungnya. Setidaknya  ada kegiatan yang dilakukan beberapa organisasi. Belum lagi, lokasi yang jauh dari pusat kota dan bising. Sehingga sangat cocok untuk melatih kesabaran, sikap, bahkan kondisi tersebut dapat memunculkan watak sesungguhnya.

Wisata kebun teh gunung dempo pagar alam
Nampak tenda-tenda berkemah di kaki Gunung Dempo (doc. Lim Suandi)


Sekilas Gunung Dempo Pagar Alam

Gunung Dempo, terletak di wilayah Pagar Alam - Provinsi Sumatera Selatan. Tepatnya berada diwilayah perbatasan provinsi Sumatera Selatan dengan provinsi Bengkulu. Ketinggian Gunung Dempo sendiri yakni 3.173 mdpl. Banyak masyarakat Pagar Alam bekerja sebagai petani sayuran, kopi dan beberapa bekerja di perkebunan teh.


Perlengkapan Wajib Menuju Dempo

Apa kalian sudah pernah berkunjung? Atau ingin membuat kegiatan di Dempo Pagar Alam? Alangkah baiknya menyiapkan beberapa perlengkapan berikut:

  • Tenda dan lainnya

Tenda dan segala isinya menjadi peralatan paling penting. Ya iyalah, penting banget. Apalagi harus bekemah di kaki Gunung Dempo Pagar Alam. Satu-satunya tempat berlindung dari hujan dan panas adalah tenda. Peralatan lain yang harus kamu bawa adalah matras, sleaping bag dan terpal.

lpm gelora sriwijaya
Nampak carrier yang telah diisi dengan tenda, peralatan masak, matras dan terpal (doc. Lim Suandi)


  • Perlengkapan Masak

Nah, ini penting demi keberlangsungan hidup. Peralatan masak yang harus dibawa berupa: Nesting (Penanak nasi). Kompor gas tabung, karena gas tabung mahal (mode perhitungan). 

Teman-teman organisasi mulai membawa tabung gas elpiji 3kg, hahaha. Kok bawa gas elpiji 3kg? ya, kita tidak akan mendaki ke puncak Dempo Pagar Alam kok. Jadi, membawa elpiji demi menghemat biaya pengeluaran. 

Siapa yang akan membawanya? Tenang,  barang seperti ini akan diantar pakai mobil truck, ya kami tetap jalan kaki kok 100 meter sebelum kampung 4, dan kurang lebih 1 kilometer dari kampung 4 menuju kaki Gunung Dempo.

  • Pakaian

Bawa pakaian secukupnya. Selama mengikuti kegiatan di Dempo Pagar Alam, saya dan teman-teman hanya membawa 2 baju dan 2 celana. Pertama yang dipakai selama tiga hari kegiatan, satunya lagi untuk berganti ketika selesai kegiatan dan akan berpulang. Sungguh, selama di Dempo Pagar Alam, badan tidak bau,tidak apek, tidak asem. Ini sungguh menakjubkan.

Selain baju dan celana, jangan lupa untuk memakai jaket tebal. Karena angin malam sungguh dingin dan menusuk kulit. Sungguh aku masuk angin dan beruntungnya ada yang siap siaga membantu. Hahaha

Perlengkapan lain yang perlu dibawa adalah sarung tangan, kaos kaki, sepatu mendaki, sikat gigi, botol minum (langsung minum air mengalir dari gunung), sleaping bag (eh sudah ya tadi). Jangan bawa hal-hal tidak penting. Ini si Viko malah bawa sabun cuci muka, masker wajah, minyak wangi (mau ngapain sih). Lah ada yang lebih menyebalkan, bawa boneka cantik loh.

  • Bahan Makanan

Demi apapaun, cuaca dingin di kaki Gunung Dempo Pagar Alam, sungguh membuat mager dan lapar berkepanjangan. Mau makan lagi, lagi dan lagi. Aku tu nggah paham lagi? (berasa selebgram lagi endorse makanan, hahaha).

Pastikan bahan makanan yang kamu bawa itu tidak cepat basi, bukan bahan lembek, terlalu ribet dimasak, bahkan butuh tenaga esktra. Masak iya kamu mau masak rendang, atau bahkan opor ayam yang riweh.

Wisata kebun teh gunung dempo pagar alam
Calon ibu-ibu yang dengan asyiknya masak sambil ngerumpi (doc. Lim Suandi)


Cukup membawa telur, masukan dalam beras agar tidak pecah, atau dipecahkan dan dimasukan dalam botol. Busuk nggak? Tenang bahan makanan ini langsung dimasak untuk hari pertama ketika sampai. Jadi kamu punya energi cukup melakukan kegiatan.

Perlu juga membawa beras, indomie, kecap, saos pedas, bubuk cabe, cabe, bawang-bawangan, minyak sayur, sosis, nugget, garam, kangkung, kol atau bayam. Bawak indomie udah paling bener deh. Nah jangan lupa pula, membawa bahan minuman tengah malam, seperti: Minuman saset, kopi, gula dan bahan tambahan seperti jahe merah.

  • Peralatan Keamanan

Perlu juga peralatan keamanan, sebagai menunjang kegiatan kamu. Biasanya kami membawa parang untuk mengambil kayu, membawa pisau untuk kepentingan memasak dan lainnya. Pastinya juga harus membawa senter, tali-talian, korek api (pemantik api), dan beberapa hal yang mungkin kamu pikir penting.


Biaya Perjalanan ke Pagar Alam

Jujur, sungguh jujur harus saya katakan. Perihal ongkos sungguh saya belum tau, lah kok bisa begitu? Sepanjang perjalanan bersama teman-teman organisasi, ongkos selalu ditanggung bersama. Ya ongkos bisa dibilang patungan. Selama perjalanan ke Gunung Dempo Pagar Alam biaya langsung tercover dengan biaya makan. Biasanya kami kumpul duit 180ribuan perorang. Biaya sudah termasuk ongkos naik bus pulang pergi, biaya makan, serta obatan-obatan yang mendukung kegiatan di kaki Gunung Dempo Pagar Alam.


Kegiatan Dikaki Gunung Dempo

Selama melakukan kegiatan di Dempo Pagar Alam, ada banyak hal yang kami lakukan. Mulai dari hal-hal yang receh, menyenangkan, sampai hal-hal cukup menegangkan. Berikut kegiatan yang biasanya kami lakukan:

  • Membangun Tenda

Setibanya dilokasi saat malam, mulailah membangun tenda. Syukur-syukur deh kalau cuaca lagi tidak bagus. Lah kok gitu? Ya kalau cuaca tidak bagus, tenda pastinya sudah dibangun oleh teman-teman yang duluan naik. Sungguh baik sekali mereka, membangun tenda duluan dan sudah membuat perapian, hahaha. Jadi tidak perlu lagi pasang pasak, pasang terpal, pasang matras dan lainnya.

Tapi kalau cuaca bagus dan cerah saaat malam. Ampun deh, harus bangun tenda dulu, harus menghidupkan api terlebi dahulu. Tapi tetap seru kok, dijamin deh.

Wisata kebun teh gunung dempo pagar alam
Air dari atas gunung, langsung minum. tapi nggak akan buat sakit perut (doc. Lim Suandi)

  • Membuat Minuman Hangat

Selesai membangun tenda, langsung masak air membuat minuman hangat. Malam ini sepertinya cukup mengisi perut dengan minuman hangat. Hingga esok hari disambut terbitnya matahari pagi, sungguh cantik sekali. Tapi karena aku orangnya terbiasa tidur kebo, sering tidak kebagian melihat sunset. Ini orang-orang pada jahat atau gimana ya? Kok bisanya kompak tidak membangunkanku.

  • Senam Pagi

Senam pagi, katanya sih. Pemanasan 15 menit, gerak-gerak badan ditempat. Goyang-goyang pinggul, sambil menghembuskan uap-uap dari mulut, sumpah deh berasa keren banget pagi itu. Nggak tau lagi, pokoknya berasa keren banget lah. Setelah itu dilanjutkan masak-masak dan makan pagi bersama. Tenang, ambil daun pisang yang ada dihutan sebagai alas untuk makan.

Wisata kebun teh gunung dempo pagar alam
ini aku yang selesai senam, langsung kabur nyari tempat foto bagus. hahaha (doc. Lim Suandi)


  • Berkunjung Kerumah Warga

Berkunjung kerumah waga kampung 4, ya cuma sekadar ngobrol. Tapi kalau mereka tidak ada dirumah, ya ngobrol dengan mereka saat sedang memetik daun-daun teh. Ngapain kerumah warga? Lah emang kagak boleh ya? Tenang berkunjung dan bertanya saja. Ternyata warga yang bekerja menjadi pemetik teh, bukan warga lokal loh. Mereka kebanyakan pendatang jauh dari pulau Jawa. Mereka juga sangat antusias ketika kita datang kerumah, dan mereka sangat senang bercerita tentang kehidupan selama di perkebunan teh Dempo Pagar Alam.

  • Evaluasi Dini Hari

Yeah ini penting, karena tujuan agenda ke Dempo Pagar Alam adalah evaluasi kinerja selama di organisasi. Kalau ada unek-unek bisa disampaikan ketika tengah malam itu. Terus menyampaikan kelakuan teman yang menyebalkan, aibnya boleh dibuka saat itu. Semuanya terasa plong dan pada akhirnya berjanji tidak akan mengulang kesalahan tersebut.

Akhirnya, setelah pulang orang-orang tetap melakukan hal-hal yang menyebalkan tersebut, hahahaha. Kan kan ingin ku berkata kasar.

Wisata kebun teh gunung dempo pagar alam
Kampung 4 saat cuaca bagus, langit biru dan sejuk banget coy meksipun terik (doc. Lim Suandi)

Wisata kebun teh gunung dempo pagar alam
ini kondisi kampung 4, ketika 5 menit sebelum hujan badai, kabut menyerbu dengan cepat coy (doc. Lim Suandi)

_________________________________________________
Saya bukan mahasiswa pecinta alam, bukan aktivis lingkungan. Cuma menikmati indahnya alam dan kekayaannya. Kalau kalian ingin berkunjung ke perkebunan teh Pagar Alam. Pastikan punya perencanaan yang bagus dan baik. Demi keselamatan dan kelancaran beraktivitas.

Oh iya, perlu diingat lagi bahwa, jika ingin melakukan piknik di sekitar kaki Gunung Dempo Pagar Alam. Harus izin terlebih dahulu dengan beberapa pihak. Mengingat tidak sembarang tempat  boleh mendirikan tenda. Kalau mau aman, ya bisa menyewa penginapan. Tapi ya begitulah, biaya cukup mahal. Solusinya punya teman pecinta alam atau warga Pagar Alam. 

12 Komentar

  1. Lihat foto-foto dokumentasinya bisa dibayangkan udara di sana segar, sejuk dan bersih. Udara khas dataran tinggi atau daerah dekat gunung/pegunungan.

    BalasHapus
  2. Ngangenin nih Dempo, udah lama pake banget ke sana.. pokoknya masih kuat,lincah dan belum turun mesin...hihii....

    Kapan ya bisa ngerasain ke sana lagi, huhuhuu..

    BalasHapus
  3. Trakhir ngerasain camping pas msh jd Pramuka zaman sekolah hahahaha. Kangeeen iiih, pgn camping LG.

    Itu yg bawa pembersih muka segala , kayaknya aku bakal sama sih mas :D. Krn di manapun, wajah wajib dibersihkan hihihi.... Airnya msh beneran jernih banget itu :o. Sampe kliatan baru2 di bawah. Ya ampuuun prasaan aku udh lama banget ga ngeliat air sejernih itu kalo sdg ngetrip :)

    BalasHapus
  4. Pernah kesini, tapi sebelum ada harimau tempo hari. Apa skrg udh aman om dr harimau2 nya?

    BalasHapus
  5. sebelum pulangnya jangan lupa bersihkan sampah2nya ya. aku pernah baca kalo udah kemah di gunung sampahnya sering lupa dibersihkan. pencinta gunung berarti harus menjaga kebersihan juga di areal gunung kan?

    BalasHapus
  6. Kangen balik ke Pagaralam lagi. Pingin puas-puasain main ke air terjunnya dan... foto-foto haha. Banyak spot foto yang belum tergali. Nah, kemping kayak gitu seru juga Lim. Ajakin Kompalers ke sana semua yoklaaah.

    BalasHapus
  7. Bener-bener mupeng deh ke sini. Semoga badai covid 19 segera berlalu bisa main ke sini bareng-bareng. Bisa main ke kandang ayam dan kolam ikan.

    BalasHapus
  8. Wah, dari dulu rencana banget ke Pagar Alam tapi belum sempet-sempet. Baru sampai Lahat, dikit lagi tapi merasa lelah hahaha. next harus disempetin lagi deh sampai Pagar Alam

    BalasHapus
  9. Pernah ke Dempo, tapi cuma di kakinya aja. Itupun sudah merasa amazing banget. Sejauh mata memandang, hamparan teh hijau yang menawan. Cantik dan segar. Apa lagi kalau benar2 mendaki. Pasti sensasinya lebih menyenangkan. 180rb udag murah banget menurutku. Gak bisa ditukar dengan kebahagiaan ketika diperjalanan dan di puncak.

    BalasHapus
  10. baco tulisan ini rasonyo kesel nian samo diri sendiri
    seumurumur belum pernah ke dempo
    justru di sumsel dak pernah jalanjalan aku nih

    BalasHapus
  11. Meski sama-sama di Sumatera Selatan, aku baru sekali ke pagaralam. Ke dempo pun cuma sampai tugu rimau. Hahaha. Liat ini kok makin pengen mendaki ya.

    BalasHapus
  12. Adoooh jadi kangen nasi goreng kampung empat Kak Lim. Dulu pernah ngecamp di kaki Gunung Dempo, karena newbie, gak safety, malemnya hujan deras, untung ada Tim Sar yang diriin tenda gede karena mau ada lomba gitu. Jadi rindu indah dan segarnya udara di Pagar Alam.

    BalasHapus

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama