Selasa, 11 Februari 2020

Novel Nora: Sisi Lain Jurnalistik Yang Ingin Disampaikan Putu Wijaya



Review Novel Nora Karya Putu Wijaya. (doc. Pribadi/Lim Suandi)
Novel Nora Karya Putu Wijaya. (doc. Pribadi/Lim Suandi)

Ringkasan Singkat Novel Nora Karya Putu Wijaya


Informasi Buku
Judul Buku: Nora (Novel ke-2 Tretalogi Novel Dangdut)
Penulis: Putu Wijaya
Penerbit: Basa Basi
Tahun terbit: 2017
Tebal Buku: 363

Novel Nora, berkisah tentang kusutnya hubungan Nora dengan Mala (suaminya, lalu jadi mantan). Perpisahan yang terjadi pada mereka, serta tuduhan kepada Mala atas kasus pembunuhan terhadap Midori. Sepenuhnya dalam novel nora karya Putu Wijaya menceritakan perjalanan panjang Nora yang ingin bertemu Mala. Ada banyak sekali review Novel Nora yang menceritakan perpisahan ini. Kamu bisa mencarinya di tulisan lain, sebab saya tidak akan menceritakan perjalanan panjang berbuah manis sekaligus pahit tersebut.

Saya menyarankan, agar dapat mengetahui lika-liku pertemuan Nora dan Mala tersebut. Alangkah baiknya membaca cerita lengkapnya di buku. Mengapa saya menyarankan demikian? Tiada lain, agar kalian merasakan sensasi buku Nora Putu Wijaya ini. Meskipun alur cerita panjang dan terkesan banyak kepingan misteri, hingga membuat pembaca merasa bingung. Tenang, kamu akan menemukan jawabannya di bab lainnya.



Ada Yang Lebih Menarik Dari Kisah Nora dan Mala

Sejujurnya, saya awalnya ingin melakukan resesensi Novel Nora dari sisi kehidupannya. Segala tentang Nora dan Mala akan di ceritakan. Seiring berjalannya waktu, selesai membaca berbulan-bulan. Barulah merasakan ada sisi lain yang ingin disampaikan Putu Wijaya dalam Novel Nora ini. Ya, beberapa kisah yang berhubungan dengan kehidupan jurnalisme.

Saya rasa, apa yang di narasikan cukup relevan dengan kondisi media pemberitaan masa kini. Sisi buruk yang sebenarnya ingin di ungkapkan Putu Wijaya dalam Novel Nora.

Hal Penting Dalam Novel Nora Karya Putu Wijaya

Bicara jurnalistik pemberitaan, terkadang cukup menyebalkan. Ya, kita pastilah tidak akan pernah curiga dengan framing yang diciptakan. Sadar ataupun tidak, framing yang sudah kita terima cukup berpengaruh terhadap cara kita berpikir. Belum lagi, pemberitaan yang tidak sepenuhnya disampaikan dengan jujur.

Dalam novel ini terdapat perkataan tentang kebenaran yang tak menjual untuk apa diberitakan. Apa yang menarik dari sebuah berita kejujuran namun tidak menghasilkan pendapatan. Belum lagi perihal berita permintaan dari redaksi. Ya, berita permintaan bertujuan publikasi kabar baik, bahkan juga sering terdapat berita permintaan untuk mengalihkan isu krusial suatu keadaan.

Kehidupan Jurnalisme Pada Novel Nora Karya Putu Wijaya

resensi Novel Nora Karya Putu Wijaya
Ilustrasi seseorang sedang menuliskan naskah. (sumber: remotivi)

Berikut sisi lain yang ingin disampaikan dalam novel Nora karya Putu Wijaya:

1. Perusahan Media Jurnalistik Milik Individu Pendiri

Lah apa salahnya? Tidak ada yang salah, hanya saja akan sangat berpengaruh terhadap isi pemberitaan yang akan dipublikasikan. Untuk saat ini, pastilah kamu berpikir masih belum mengerti letak kaitannya.

2. Saham Perusahan Itu Milik Beberapa Individu

Yang pasti, para konglomerat dengan senang hati jika ditawarkan saham perusahaan jurnalisme. Tujuannya bukan sekarang, tetapi akan berguna untuk kepentingan masa depan. Karena pada dasarnya, pemilik saham akan terkoneksi dengan media yang dipercaya masyarakat. Bahkan dengan saham inilah,  koneksi Investor politik dengan pendiri perusahaan juga akan mudah terjalin. Masih belum paham hal yang ingin disampaikan? Mari lanjutkan

3. Munculnya Berita Permintaan

Berita permintaan, bukan hanya berita baik seperti peresmian kantor baru perusahaan A, atau perusahaan A sedang membuat konser amal menggalang dana untuk disumbangkan kepada korban banjir (misalnya).

review Novel Nora Karya Putu Wijaya
Ilustrasi seseorang sedang bermain gawai (sumber: Jawa Post)

Kamu tau fungsi berita permintaan? Bukan hanya untuk demikian. Begini akan ku hubungkan dengan pemilik saham perusahan jurnalistik. Ketika pemilik saham perusahaan jurnalistik orang politik, artinya dia memiliki hak untuk memberikan masukan kepada pendiri perusahaan. Kalau saran tidak didengarkan, mereka akan menarik aset mereka. Masalahnya dimana?

Kamu pernah tidak, merasakan pemberitaan kasus korupsi ratusan juta tidak pernah di usut tuntas dalam berbagai sisi? Inilah fungsinya. Orang-orang yang punya kuasa akan berusaha mengalihkan pemberitaan besar dengan pemberitaan kecil yang berkaitan dengan nurani. Sehingga orang dengan mudahnya melupakan berita besar dan penting tersebut. Memang siapa mereka? sampai harus meminta berita permintaan demi pengalihan isu nasional. Ayolah, politik selalu berkenaan dengan materi dan jabatan. (pembahasan pemilik perusahaan, saham dan berita permintaan bisa kamu baca sendiri di Novel Nora)

4. Kita Ini Mesin Berita, Untuk Mencetak Uang

ilustrasi berita itu menghasilkan uang (sumber: Google)

Sepenggal percakapan antar adam dan budi perihal prioritas mana yang harus di dahulukan. Karena pada dasarnya kebenaran bisa dikesampingkan. Ada yang lebih menjual dari sebuah kebenaran,yakni uang. Uang akan membuat segalanya menjadi lebih mudah. Karena sekali saja salah langkah, posisi mereka akan diperebutkan oleh banyak orang. Bahkan kebenaranpun harus di ubah agar lebih berharga dan menjual (hal 44).

5. Opini dan Framing Akan Lebih Diterima Jika Terdapat Nama Terpercaya

Percakapan yang kutangkap seperti itu maknanya (pada halaman 46 tersebut). “ini mungkin sedikit berbeda, tapi kita sudah membiasakan pembaca untuk menerima opini yang berbeda. Najis pun akan menjadi benar jika dibawahnya terdapat nama yang sangat dipercaya oleh para pembaca”.

Sejauh ini apa kamu paham maksudnya? Semoga kamu paham yang disampaikan tersebut.

6. Jurnalisme Tunduk Redaksi dan Wartawan Takut Kehilangan Pekerjaan

Siapapun akan takut kehilangan pekerjaan pastinya. Begitulah, cukup banyak bagian yang menceritakan hal demikian. Wartawan yang menulis berita kebenaran, tetapi tidak begitu menjual bagi pimpinan redaksi tidak akan terbit. Solusinya, kalau tidak membuat berita lain, ya ambil sisi menjual dari suatu peristiwa. Contohnya pada kasus kecelakan masal. Yang akan lebih banyak di ekspose adalah kesedihan keluarga, mereka wartawan rela mengunjungi sampai dirumah, bertanya hal-hal yang membuat mereka bertambah sedih, bertanya adakah firasat akan kepergian orang terkasih, membuat peliputan sosok keseharian korban, dll. Semua demi rating.

7. Nurani Wartawan Akan Berbentur Dengan Jabatan dan Materi

Setidaknya dalam Novel Nora, seperti ini dinarasikan dalam sekian banyak lembaran. Banyak berkisah juga perihal idealisme yang kalah dengan jabatan dan materi. Salah satunya sosok Budi yang kuat dan idealis perihal kebenaran akhirnya tunduk setelah dijanjikan jabatan, mobil mewah dan rumah mewah baru.

Teks yang terdapat dalam Novel Nora karya Putu Wijaya (doc. Pribadi/Lim Suandi)

________________________________________________
Sebenarnya masih banyak pesan yang disampaikan dalam tulisan ini. Hanya saja saya menuliskan versi yang saya pahami saja. Tulisan ini sepenuhnya pemahaman saya terhadap isi Novel Nora karya Putu Wijaya. Kalaupun terdapat kesalahan, silakan dikoreksikan. Silakan membaca bukunya juga lebih dahulu.

Novel Nora, ada banya pesan sosial ekonomi bahkan kehidupan politik. Beberapa di antaranya perihal prostitusi, perdagangan perempuan menjadi budak seksual, perihal hati nurani yang harus berlawanan, ketakutan akan pemberhentian kerja, hingga perihal orientasi seksual. Silakan kamu baca Novel Nora karya Putu Wijaya yang sarat akan makna dan pesan penting.

,

Sabtu, 08 Februari 2020

Pengalaman Bayar Pajak Kendaraan di Samsat PS Mall Palembang

Daftar Isi :

  1. Jam Operasi Samsat Corner PS Mall Palembang
  2. Syarat-syarat Pembayaran Pajak
  3. Tata Cara Pembayaran Pajak di Samsat Corner PS Mall Palembang
  4. Pengalaman Saya Membayar Pajak

Samsat Corner PS Mall Palembang, Samsat Ps Mall Palembang
Antrian wajib pajak kendaraan di Samsat Corner PS Mall Palembang (doc. Pribadi/Lim Suandi)

Sebenarnya ini bukanlah pengalaman pertama membayar pajak kendaraan di Palembang Square Mall, lebih tepat ini merupakan pengalaman kedua membayar pajak STNK motor. Meskipun tahun sebelumnya pernah melakukan pembayaran pajak di Samsat Corner PS Mall, tetap saja saya lupa dan khilaf. Seiring berjalannya waktu saya pikir perlunya untuk dibuatkan menjadi tulisan. Mengingat saya sendiri terkadang lupa alur pembayaran serta lupa posisi Samsat Corner di PS Mall.

Jelas perlunya dibuatkan tulisan untuk ini, mengingat saya tersesat dan lupa posisinya. Bingung Samsat Corner berada di lantai berapa? Sampai harus membuka google maps,  itupun masih kewalahan karena berputar-putar.


Jam Operasi Samsat Corner PS Mall Palembang

Jam Operasional Samsat Corner PS Mall Palembang
Jam Operasional Samsat Corner PS Mall Palembang (doc. Pribadi/Lim Suandi)

Berdasarkan jam operasional, Samsat Corner PS Mall buka dari hari Senin hingg Sabtu. Namun ada pengecualian pada hari Jumat, Tutup lebih awal karena ibadah. Sedangkan pada hari Sabtu hanya dibuka dari jam 10.00 WIB sampai pukul 11.30 WIB.



Syarat-syarat Pembayaran Pajak

Berikut merupakan syarat yang harus dibawa ketika akan melakukan pembayaran pajak:

  1. Membawa STNK asli (Tolong plastik STNKnya dibuka dan disimpan dulu)
  2. Membawa E-KTP asli yang nama dan alamatnya sesuai dengan yang tertera di STNK (Untuk yang belum memiliki E-KTP bisa membawa KTP sementara dari Dukcapil dan KK asli)
  3. Jika diwakilkan harap membawa surat kuasa dari pemilik STNK kepada yang diwakilkan
  4. Untuk STNK atas nama perusahaan diharapkan membawa fotokopi SIUP dan surat kuasa
  5. Untuk STNK atas nama pemerintahan diharapkan membawa surat keterangan dan surat kuasa
  6. Untuk proses 5 tahun ganti STNK dan plat tidak dapat dilakukan di Samsat Corner manapun, hanya dapat dilakukan ke samsat pusat di Jl. Arivai
  7. Mohon antri dan bersabar.
Pada kasus yang saya alami saat membayar pajak STNK motor atas nama saudara kandung. Tidak perlu lagi membawa surat kuasa sebagai perwakilan untuk membayar pajak. Karena menurut saya, ketika kita sudah membawa KTP Asli seseorang sudah cukup mewakilkan. Sehingga tidak perlu lagi surat kuasa bermaterai. Pihak petugas pastilah sudah memberikan kemudahan, mereka akan percaya karena yang dibawak adalah E-KTP asli saudara saya.



Kondisi STNK sebelum dilakukan pembayaran di Samsat Corner PS Mall Palembang (doc. Pribadi/Lim Suandi)
Kondisi STNK sebelum dilakukan pembayaran di Samsat Corner PS Mall Palembang (doc. Pribadi/Lim Suandi)



Tata Cara Pembayaran Pajak di Samsat Corner PS Mall Palembang

Sebelum melakukan pembayaran, alangkah baiknya wajib pajak membawa lengkap syarat yang diwajibkan tersebut. Siapa tau karena lupa memasukan KTP ke tas atau dompet jadi batal bayar pajak. Mana lokasi kamu dari rumah cukup jauh. Al hasil bukannya bayar pajak kamu malah belanja dan habislah duitnya. Langsung saja nih, berikut tata cara kamu membayar pajak di Samsat Corner PS Mall Palembang:

  1. Pastikan kamu datang lebih awal jika ingin menjadi orang pertama yang dilayani pembayaran pajak.
  2. Perlu diingat bahwa Samsat Corner ini berada di PS Mall Palembang di lantai 2.
  3. Ketika sudah sampai, tepat di depan Samsat Corner dan sudah masuk ke loket pendaftaran. Pastikan kamu memberikan KTP asli dan STNK asli sebagai Formulir pendaftaran.
  4. Tinggalkan saja STNK dan KTP Asli kamu, silakan mencari tempat duduk atau berdiri diluar jika kursi yang tersedia sudah terisi penuh.
  5. Cukup menunggu 5 menit saja, nama kamu (pemilik E-KTP) akan di panggil. Oh iya, kamu hanya bisa mengambil KTP Asli saat dipanggil. Karena KTP tersebut digunakan untuk registrasi pendaftaran. Mudah bukan? Karena tak perlu mengisi form pendaftaran, karena semua dilakukan oleh petugas.
  6. Silakan ambil KTP kamu yang sudah diberikan, silakan duduk atau kembali ke tempat kamu berdiri dan kembali menunggu sekitar 10 menit sampai kamu di panggil kembali. (Usahakan berdiri diluar dan tidak menghalangi pintu dan jalan masuk)
  7. Yeah, akhirnya nama kamu di panggil. Pemanggilan kali ini merupakan proses pembayaran biaya pajak STNK dan denda (jika kamu telat bayar)
  8. Kembali ke tempat duduk dan menunggu 10 menit.
  9. Kemudian setelah selesai membayar dan menunggu 10 menit, nama kamu atau nama pemilik STNK akan di panggil untuk mengambil STNK terbaru yang telah di cetak.
  10. SELESAI. Selamat STNK kamu sudah dibayar pajaknya. (mudahnya bayar pajak di Samsat Corner PS Mall Palembang).


Pengalaman Saya Membayar Pajak

Kondisi STNK setelah dilakukan pembayaran di Samsat Corner PS Mall Palembang (doc. Pribadi/Lim Suandi)
Kondisi STNK setelah dilakukan pembayaran di Samsat Corner PS Mall Palembang (doc. Pribadi/Lim Suandi)

Sebenarnya bayar pajak itu sangatlah mudah dan prosesnya tidak ribet. Karena hanya membutuhkan waktu sekitar 30 menit-an saja. Bisa lebih cepat? Bisa dong jika kamu datang pagi atau yang sedang antri sedikit.

Saat datang ke PS Mall Palembang saya sangatlah percaya diri loh, secara hari tersebut mau bayar pajak. Meskipun sebenarnya telat bayar beberapa bulan. Ya, setidaknya saya membayar pajak karena sadar wajib pajak itu penting loh. sebenarnya juga dengan alasan demi menghindari tilang juga nih.

Berkeliling PS Mall dan bingung, nyali mulai menciut. Saya bingung di mana lokasi Samsat Corner PS Mall Palembang. Dari pertama datang muter muter di lantai satu, lantai 2 dan lantai 3 kok belum ketemu. Muter muter lagi kok masih belum ketemu. Eh ketemu keamanan tapi malu ah bertanya dan gengsi juga mau bertanya. Akhirnya aku buka google maps dong. Alhamdullillah muncul di maps, tapi tetap muter dan tidak ketemu loh. Padahal di maps saya sudah di lokasinya.

Akhirnya tetap mencari petugas keamanan dan bertanya. Akhirnya tetap bertanya juga nih. Benar ya istilah "Malu bertanya sesat di jalan" tersebut. Ternyata Samsat Corner PS Mall ada di lantai dua, tepatnya di depan Sport Station (Sepatu olahraga). Halah, sok-sok dan gengsi tidak mau bertanya, akhirnya malah bertanya. Kan salah dibuat sendiri, menghabiskan tenaga 15 menit berkeliling sampai ngos-ngos.

Selama mengantri pembayaran pajak STNK di Samsat Corner PS Mall Palembang ini, kamu nggak perlu khawatir akan tersalip. Karena orang-orang yang antri pada baik bangetlah. Mereka bakal bantu petugas panggil nama-nama wajib pajak.

Samsat Corner PS Mall Palembang, Samsat Ps Mall Palembang
Antrian wajib pajak kendaraan di Samsat Corner PS Mall Palembang (doc. Pribadi/Lim Suandi)


Kasusnya begini: ada bapak Namanya Lim, lagi bengong melamun dan main HP selama antri. 5 menit kemudian Namanya di panggil dan Lim kagak kedengaran karena lagi asyik lihat video Tik-Tok. Lantas beberapa para wajib pajak yang antre akan bantu panggil dan bilang “Ada nama Lim? Lim? Lim?”. Baik bangetkan mereka, nggak mau mendahului dan saling mengingatkan kalau di panggil petugas.

Saya sendiri tergolong telat 3 atau 4 bulanlah bayar pajak. Harusnya membayar tepat pada tanggal 14 November 2019, namun saya melakukan pembayaran pada 6 Februari 2020. Bisa dihitung sendiri telat berapa bulan ya. Sepertinya kasus tahun lalu juga telat di waktu yang sama.

Total pembayaran serta denda yang saya harus bayarkan selama waktu tersebut berjumlah 248ribu rupiah. Saya memberikan sejumlah uang 250ribu, siapa sangka kembali 2ribu loh. Kan lumayan bisa beli minum dingin. Setidaknya waktu yang diperlukan untuk melakukan pembayaran pajak kurang lebih 30menitan. Waktu yang lumayan singkat dengan pelayanan yang tidak ribet loh.

Bagi teman-teman yang masih bingung dan ingin bertanya ataupun membagikan pengalaman kalian membayar bajak yang ribet ataupun berbelit. Boleh bertanya dan membagikan pengalamannya di kolom kementar. Terima kasih dan budayakan memberi jejak.
,

Selasa, 04 Februari 2020

Membandingkan Kecepatan Verifikasi Tiga Akun Reksadana

Daftar Isi :


  1. Apa itu Reksadana
  2. Kenali jenis Reksadana
  3. Ada 3 Reksadana yang Membuat Penasaran
  4. Sudah Siap Mendaftar Reksadana
  5. Pendaftaran Akun di Reksadana Bibit
  6. Pendaftaran Akun di Tanamduit
  7. Pendaftaran Akun di Bareksa
  8. Siapa Paling Cepat Verifikasi Akun?




Apa itu Reksadana

Perihal reksadana sendiri di atur oleh pemerintah yang tertera dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995
Perihal reksadana diatur oleh pemerintah yang tertera dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995.
Pernah mendengar istilah Reksadana? Mungkin tidaklah asing, bahkan terkesan sangatlah familiar. Reksadana sendiri merupakan salah satu instrument inventasi keuangan yang dikelola suatu lembaga, investor menitipkan uang untuk di kelola dengan jangka waktu tertentu hingga memperoleh keuntungan.

Reksadana sendiri ada banyak jenisnya. Berikut tiga aplikasi reksadana yang saya kenal seperti Tanamduit, Bibit dan Bareksa. Jenis reksa dana sendiri terdiri dari terdiri dari pasar uang, obligasi dan saham. (*Jika ada yang lain silakan beritahu di kolom komentar).

Jika belum mengenal reksadana,
mungkin masih takut untuk melakukan investasi keuangan. Pada dasarnya, reksadana merupakan salah satu instrumen investasi keuangan yang mudah dijalankan oleh pemula.

Mengapad mudah? Karena uang yang akan kamu simpan, akan dikelola langsung oleh Manajer Investasi (MI) perusahaan. Guna memperoleh keuntungan, sehingga keuntungan dibagi oleh perusahaan kepada investor yang melakukan penyimpanan. Kamu tidak perlu lagi cek cek dan tranding secara mandiri.

Perihal reksadana sendiri diatur oleh pemerintah yang tertera dalam Undang-Undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995: "Reksadana adalah wadah yang digunakan guna menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya di investasikan dalam portfolio efek oleh Manajer Investasi (MI)." Sehingga tidak perlu khawatir jika ingin berinvestasi, karena terdata oleh pemerintah dan bersifat resmi.

Kenali Jenis Reksadana

Jika masih belum paham perihal Reksadana, teman-teman dapat melakukan pencarian informasi lebih lengkap yang menjelaskan tentang jenis-jenis Reksadana. Pada dasarnya Reksadana terbagi menjadi lima jenis yang dapat dipilih sesuai dengan keinginan.

Reksadana pasar uang: merupakan instrumen yang menempatkan uangmu di Deposito, di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dan juga di Obligasi. Untuk Reksadana jenis ini jatuh temponya kurang dari setahun, merupakan yang paling aman dan keuntungan dari investasi juga sedikit.

Kemudian Reksadana campuran, Reksadana pendapatan tetap, Reksadana proteksi dan Reksadana index. Untuk keempat jenis ini pun, saya juga masih belum paham. Karena ini juga kali pertama saya membuka akun di reksadana.


Ada 3 Reksadana yang Membuat Penasaran

Perihal reksadana, sudah lama saya mencari informasinya. Dari tahun 2018 saya mulai penasaran mana yang terbaik, bahkan mencari mana yang lebih aman dan bagus.

Selama mencari informasi, seringkali saya temukan adalah kalimat yang menyatakan bahwa selama terdaftar di Otoritas Jasa Keungan (OJK) jangan takut deh.

Banyak mencari informasi dan membaca pengalaman orang yang membuka akun reksadana. Sehingga saya merasa penasaran dengan reksadana dari Bitit, Tanamduit dan Bareksa.

Reksadana dari Bitit, Tanamduit dan Bareksa. Merupakan tiga Reksadana yang sering banget saya dengar dan paling sering di temukan pada berbagai iklan. Sehingga saya menginstall aplikasinya dari playstore. Disini saya akan menceritakan bagaimana kecepatan verifikasi pendaftaran akun di tiga aplikasi Reksadana tersebut.

*sebelum melakukan pendaftaran, terlebih dahulu siapkan data (foto KTP dan Foto diri dengan cara memegang KTP).
**Pastikan nomor, email yang di gunakan aktif, karena kode verifikasi akan dikirimkan.
***Saya mendaftar semua dengan aplikasi di gaway



Sudah Siap Mendaftar Reksadana

Setelah cukup lama membaca dan mencari informasi berbulan-bulan, bahkan lebih dari setahun membaca artikel tentang investasi Reksadana. Mencari informasi kemungkinan buruk yang terjadi ketika perusahaan mengalami masalah, namun hanyalah menemukan jawaban bagus semua. Setidaknya belum ditemukan penilaian buruk terhadap ketiga Reksadana yang sudah saya sebutkan. Hal ini di karenakan banyak artikel membicarakan keuntungan yang diperoleh jika berinvestasi.

Baiklah disini saya akan membandingkan kecepatan proses verifikasi pendaftaran akun di Bitit, Tanamduit dan Bareksa. Karena proses pendaftaran akun dilakukan dalam waktu yang sama, hanya saja berbeda waktu puluhan menit.



Pendaftaran Akun di Reksadana Bibit

cara pendaftaran Akun di Reksadana Bibit
Tampilan halaman depan aplikasi reksadana Bibit saat mendaftar akun. (doc. Lim Suandi)
Ketika kamu telah selesai mendownload aplikasi Bibit. Langsung saja buka aplikasi, sehingga akan langsung muncul halaman utama yang berisikan bagian Register atau login.

Meskipun kamu belum siap untuk melakukan register. Kamu bisa membaca dengan cara scrool kebawah. Bukan hanya itu saja, kamu dapat menggunakan fitur cek jenis investor apa kamu. Sehingga menjadi pertimbangan kamu memutuskan untuk membuat akun Bibit atau tidak.

Ketika kamu sudah melakukan uji coba, maka akan mendapatkan portfolio. Fortfolio inilah akan menunjukkan jenis Investor apa kamu. Karena terdapat tiga jenis investor pada Bibit, yakni investor konservatif, investor moderat dan investor agresif.

Jika kamu memilih menu register, maka akan muncul pertama kali form yang berisikan informasi tanggal lahir, lanjutkan klik kemudian pertanyaan sudah menikah dengan jumlah tanggungan atau kamu masih single, selanjutnya pertanyaan berapa pendapatan kamu dalam sebulan, total kekayaan, apa yang kamu harapkan dari investasi dan bagaimana jika investasi mengalami penurunan 15% (apa yang akan kamu lakukan).

Selesai semua proses register maka akan muncul hasil bahwa kamu tergolong jenis investor yang yang mana. (*Jika sebelumnya tanpa melakukan uji coba tes jenis investor).

Pilih lanjut register dan disinilah kamu bakal mengisi seluruh data mulai dari nomor HP, email, mencantumkan foto KTP, foto kamu sambil memegang KTP. Ikuti saja instruksi sampai selesai. Kamu akan bertemu pada bagian terakhir yakni mengisi nomor tabungan atau bank mana yang akan kamu gunakan baik untuk transfer atau penarikan uang kamu.

Setelah selesai register, kamu harus menunggu semua proses verifikasi dari Bibit selesai. Waktu hingga proses verifikasi paling cepat 1x24 jam dari kamu mendaftar.

Bagi kamu yang mendaftar bisa gunakan Kode Limsuandi50k agar mendapatkan saldo investasi 50ribu rupiah. Bisa digunakan untuk membeli tambahan saldo investasi.




Pendaftaran Akun di Tanamduit

cara pendaftaran Akun di Reksadana Tanamduit
Tampilan halaman depan aplikasi reksadana Tanamduit saat mendaftar akun. (doc. Lim Suandi)
Sama dengan sebelumnya, kamu harus terlebih dahulu mendownload aplikasi Tanamduit dan melakukan pendaftaran. Setelah kamu membuka aplikasi maka akan langsung diminta untuk memasang sidik jari. Menarik banget, sehingga keamanan juga terjamin dengan adanya fitur sidik jari ini.
Oke lanjut, langsung klik daftar dan isi segala informasi yang di minta. Makanya jangan jauh-jauh dari KTP karena menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Oh iya, simpan dulu foto KTP dan foto Bersama KTP sebelumnya. Biar kamu tidak ribet dua kali.

Ikuti semua proses pendaftaran hingga selesai. Masih sama sebelumnya, kamu harus memasukan foto KTP, foto kamu sambil pegang KTP, serta informasi jenis tabungan yang di gunakan.

Setelah semua selesai, kamu akan menunggu proses verifikasi data oleh Tanamduit. Cukup menunggu waktu 1x24 jam.


Pendaftaran Akun di Bareksa

cara pendaftaran Akun di Reksadana Bareksa
Tampilan halaman depan aplikasi reksadana Bareksa saat mendaftar akun. (doc. Lim Suandi)

Karena saya melakukan pendaftaran akun melalui aplikasi melalui Gaway. Maka teman-teman harus terlebih dahulu mendownload aplikasi Bareksa dan melakukan pendaftaran.

*Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui website.

Pada halaman awal aplikasi, kamu bisa langsung klik iklan yang berisi pendaftaran ataupun klik profil dan memilih pendaftaran akun. Isi semua data dengan benar dan teliti.

Ikuti semua proses pendaftaran, semua proses sama seperti sebelumnya. Setelah semua proses selesai makan tunggu saja konfirmasi verifikasi akun dalam waktu 1x24 jam.




Siapa Paling Cepat Verifikasi Akun?

Menunggu selama 1x24 jam hal yang terasa cukup lama. Setelah proses menunggu yang cukup membosankan sambil membaca di semua aplikasi.

Seperti biasa melanjutkan kegiatan seperti biasanya. Pada akhirnya notifikasi pertama dan menunjukan akun telah aktif dari Bibit. Mungkin karena pendaftaran dilakukan lebih awal dari keduanya.

Kemudian di susul oleh Bareksa dengan urutan kedua, padahal mendaftar paling akhiran. Tanamduit paling akhir memberikan verifikasi bahwa akun sudah selesai. Padahal Tanamduit lebih awal mendaftar dari bareksa. Dari keseluruhan proses verifikasi tergolong cepat, hanya membutuhkan waktu 1x24 jam loh. Jika siapa paling cepat ya semua cepat.

Verifikasi pendaftaran akun reksadana bibit, bareksa, tanamduit
kiriman email verifikasi akun reksadana bibit, bareksa dan tanamduit. (doc. Lim Suandi)


Oh iya, untuk selanjutnya perihal reksadana pertama melakukan investasi akan saya update di tulisan selanjutnya. Terima kasih sudah membaca.




,

Kamis, 26 Desember 2019

Ulasan Rempah Rindu: Sebuah Kerinduan dan Kenangan

Buku Rempah Rindu: Ketika kehangatan rasa perlu diungkap


Terima kasih ku ucapkan kepada  Marfa Umi yang telah bersedia memberikan buku ini untuk diulas. Ku ucapkan selamat kepada teman-teman penulis dalam buku ini, Kolaborasi buku Rempah Rindu cetakan pertama yang sangat membuat penasaran. Terima kasih Gina Maftunah, MS Wijaya, Marfa Umi, Nenny Makmum, Pratami Diah Herliana, Salamun Ali Mafaz dan Veronica Gabriella.

Saya menyadari teman-teman sangat hebat karena telah menulis cerita ini, bahkan telah menerbitkannya. Selama membaca buku ini, aku tidak membaca biografi masing-masing penulis. Ku pikir jika membaca akan mempengaruhi pendapatku ketika menulis. Baruslah ketika selesai menuliskan ulasan ini, aku membaca biografi kalian satu persatu. Wah ternyata penulis-penulis hebat dengan berbagai karya.

Mohon maaf jika dalam ulasan terdapat hal yang mungkin membuat ketersinggungan ataupun hal-hal yang tidak mengenakan bagi penulisnya. Tulisan ini saya buat tanpa melihat latarbelakang penulis. Tulisan ini murni saya tulis sebagai seorang pembaca buku. Terima kasih telah memberikan kesempatan untuk mengulas buku ini.

Buku “Rempah Rindu” terbit Agustus 2019 dengan ketebalan 256 halaman dan diterbitkan oleh Azkiya Publishing. Bagiku ini buku diawali dengan kebosanan serta alur cerita yang terasa dapat kutebak alurnya. Namun demikian ada cukup banyak makna yang dapat aku terima perihal kerinduan terhadap orang terkasih.
Buku Rempah Rindu: Foto di ambil saat buku datang pada hari pertama.


Cover:
Tidak masalah perihal cover, aku kira hanya ada satu sosok dalam buku. Ternyata terdapat dua orang. Bahkan aku tidak menyadari sebelumnya. Baru sadar ketika selesai membaca semua tulisannya. Setidaknya desain cover yang menarik, apa mungkin siluet bayangan merah adalah kenangan?

Hal yanag membuat cover menjadi minus adalah tulisan Rempah Rindu yang berwarna emas mengalami luntur. Entah karena goresan ataupun keringat dari tanganku. Setidaknya menjadi nilai minus, sebab buku ini baru sampai ditanganku baru 4 hari. Sampai pada Selasa (24/12/19), sedangkan selesai dibaca pada Jumat (27/12/19).
Buku Rempah Rindu; Kondisi pada tulisan yang sudah rusak dalam waktu 4 hari.


Izinkan saya mengulas isi ceritanya satu persatu dari tujuh penulis hebat dalam buku ini.


Rempah Rindu – MS Wijaya
Sebelum membaca ceritanya, aku mulai menerka alur cerita. Kupiker alurnya akan menceritakan tentang rempah-rempah yang berhubungan dengan kerinduan terhadap orang tua. Siapa sangka isi ceritanya sesui dengan yang kupikirkan. Alur ceritanya mudah tertebak, setiap selesai membacanya aku memikirkan alur selanjutnya pasti seperti ini, seperti itu. Ah siapa sangka alurnya sesuai dugaan diriku. Jujur bagiku cerita dengan alur yang sudah dapat ditebak adalah hal yang membosankan.

Awal cerita yang dimulai dengan latar kompetisi memasak. Ah jujur membosankan, aku membayangkan ini seperti acara memasak di televisi yang chef chef itu. Sangat membosankan membaca pada bagian tersebut, kemudian di lanjutkan dengan Paul yang berkunjung ke pulau. Pergi setelah kematian Laura, cukup menarik. Ku lanjutkan membacanya, sampai pada bagian yang mulai membosankan. Kini aku mulai menduga isi cerita. Siapa sangka dugaanku tepat, Aryo kehilangan orang tua dan di adopsi oleh Paul dan hidup menjadi anaknya.

Jujur sudah cukup sering membaca cerita dengan alur begini, bahkan banyak cerita seperti ini dalam kehidupan. Mungkin pembaca lain juga pernah membaca alur seperti ini. Bagian paling aku suka dan sekaligus tidak masuk akal, karena udah puluhan tahun. Yakni bagian epilog ketika ia mencabut jahe dan menemukan kamera dengan kondisi film yang dalam keadaan baik. Menarik tapi sangatlah tidak masuk akal bagiku dengan rentang waktu demikian. Oh Aryo (Gondo) akhirnya kamu dapat melihat lagi wajah ibumu. Cerita tentang ibu memang selalu membuat mataku berkaca-kaca, meskipun aku berasa kenal dengan alur ceritanya.


Kidung Vanili – Nenny Makmun
Alur cerita yang membuatku emosional. Bagaimana tidak, akupun turut kesal terhadap bapaknya Kidung. Istrinya meninggal atas tindakan yang telah dia perbuat. Ah sungguh sangat menjengkelkan. Bagiku hal yang sangat tidak masuk di pikiran selama membaca adalah perilaku Kidung. Mudahnya menerima kenyataan atas kepergian ibunya dengan cepat. Apalagi dengan usianya yang masih Sekolah Dasar, bukankah ada trauma? Apa iya Kidung tidak merasa kehilangan, apa mungkin lupa hanya karena kebun vanili. Terlebih hanya dalam berapa minggu, kebencian terhadap bapaknya berkurang hanya karena bapaknya kembali bekerja di kebun vanili. Hanya dalam hitungan minggu Kidung telah jatuh hati dengan seorang anak (Padahal kidung masih Sekolah Dasar).

Selama membaca aku selalu berpikir bahwa Kidung mencintai Banyu. Oh sangat menguras emosi ketika Kidung hanya menganggap Banyu hanyalah sahabatnya. Kekesalan tersebut setelah membaca pada halaman 85. Oh perempuan, mengapa kalian main hati lalu menyatakan hanya sebagai teman (Pikirku dalam hati).

Alur cerita kehidupan Kidung sungguh berliku, aku tak dapat menebak apa yang terjadi selanjutnya. Aku mengira Kidung akan menikah dengan Arjuna dan membuat hancurnya perasaan Banyu.  Selama membaca ini sangat emosional perihal liku kehidupan yang terjadi antar Kidung dan Banyu. Andai Kidung ada dalam kehidupan nyata, hadir memberikan cinta kasih yang membawa perubahan pada orang yang dianggap autis. Banyu, kamu telah berjuang untuk menjadi lebih baik. Sungguh kisah yang sangat menarik dan tidak dapat ku tebak alurnya.


Aroma Cinta Andaliman – Veronica Gabriella
Tulisan ini membuatku penasaran akan sambal Andaliman, jujur setalah membacanya aku langsung mencarinya di google. Bahkan sangat penasaran akan cita rasa sambal Andaliman yang diceritakan dalam tulisan “Aroma Cinta Andaliman”. Tulisan ini juga memberikan informasi serta membuat saya mencoba mencari informasi lebih tentang penyakit Alzaimer. Setidaknya bagiku menjadi nilai lebih dari sebuat tulisan yang membuat pembaca harus mencari informasi lagi melalui google.

Alur cerita dengan latar belakang dihadapkan dua pilihan yang cukup sulit. Melanjutkan pendidikan ataupun memilih membangun usaha seorang Ibu. Pertengkaran yang berujung pada penyesalan, kemudian menjadi pembangkit semangat untuk menentukan pilihan. Meskipun akhirnya tetaplah harus menjadi sebuah perpisahan.

Note:Aku mulai menyimpulkan bahwa seluruh cerita dalam buku ini bercerita tentang kehilangan sosok ibu. Dari cerita pertama, kedua dan ketiga selalu ada bagian yang menceritakan tentang kepergian ibu.

Jujur saja aku merasa enggan untuk melanjutkan membacanya. menarik tapi jujur membosankan jika seluruh cerita bercerita tentang hal yang hampir serupa. Kemudian aku lanjutkan untuk membaca.

Piper Amoris – Pratami Diah Herliana
Diawali dengan pembahasan mami, ya percakapan bastian dengan maminya. Aku mulai berpikir alur cerita bahwa bastian akan kehilangan sosok ibunya selama ia pergi untuk menjadi sosok mandiri. Berulang kali aku berpikir alur cerita dan endingnya pasti bakal seperti yang aku duga. Membaca dan terus membaca ternyata dugaanku salah. Bastian kembali dengan bahagiah bersama sang mami. Alur cerita yang tidak bisa aku menebaknya. Bagiku ya menarik karena jalan cerita yang aku duga ternyata salah. Justru inilah yang membuat pembaca (aku) tidak bosan untuk melanjutkan membacanya.

Kalau mau jujur sangat menarik karena membahas perihal perkebunan lada perusahaan dengan kondisi sosial ekonomi yang berbalik pada masyarakat. Setidaknya menjadi bentuk tulisan yang menunjukan bahwa dibalik adanya lada yang melimpah dan dibutuhkan. Terdapat petani yang mengalami penderitaan. Mulai dari harga beli yang sangat rendah, bentuk tindak kekerasan juga banyak terjadi, banyaknya orang-orang jahat yang merampas.

Sebenarnya meskipun ini fiksi tapi juga bikin greget, kok bisa masyarakat dengan mudahnya terharu dengan perubahan pak Dibjo. Eh namanya juga tulisan ya. Tapi jujur sampai kok bisa alurnya sampai masyarakat ada yang memeluk pak Dibjo, padahal kalau secara realita akan sulit terjadi.

Hal yang paling membuat bosan. Perihal kematian seorang ibu masih menjadi bumbu dalam ke empat tulisan yang telah aku baca ini. Jujur ya, kok tragis banget kisah seorang ibu dalam cerita, selalu berakhir dalam kematian (bisa dibaca halaman 187). Ya meskipun sebenarnya memang akan ada waktunya orangtua kita tiada. Jujur apa iya perihal kematian ibu menjadi daya jual sebuah cerita? Maaf ya nggak ada maksud apapun. Aku hanya masih bingung mengapa selalu demikian.

Satu hal lagi yang jujur aku sampai harus mencari informasinya di google. Apa iya tempoyak bisa dicemil? Jujur masih belum aku temukan dalam kehidupan nyata cemilan tersebut. Sebab yang aku ketahui tempoyak hanya menjadi sambal, tambahan dalam gulai serta untuk pepes ikan. Belum tau kalau tempoyak bisa dicemil (perihal kudapan tempoyak pada halaman 179).


Memoar Anise – Marfa Umi
Tulisan dari awal hingga akhir banyak pesan, bahkan membuatku selaku pembaca mengulang-ulang maksud yang ingin disampaikan. Jujur aku masih menyimpulkan bahwa cerita yang dituliskan terasa terpisah. Jika empat tulisan sebelumnya masih dalam satu cerita, tetapi Memoar Anise terasa sangat terpisah disetiap bagiannya.

Kalimat yang paling aku suka adalah “Pertanyaan mengenai siapa kita di kehidupan sebelumnya, sering kali terlintas” (terdapat pada halaman 196). Kalimat yang juga sering muncul dibenakku, bahkan sebelum aku membaca buku ini. Bukankah kita pernah berpikir siapa kita pada masa lalu, karena sekarang menderita, tersakiti dan terkhianati. Kalimat ini juga menarik bagiku “…bagaimana rasanya dicintai begitu dalam,..” di halaman 201.

Dua kalimat Tanya yang berhasil membuatku pusing bertanya dengan diriku sendiri. Sekarang aku berusaha beberapa kali mengulang membaca tulisan Memoar Anise. Demi memahami makna apa lagi yang disampikan.


Kukejar Cinta ke Negeri Rempah – Salamun Ali Mafaz
Sebelum membaca ceritanya, aku sempat terpikir seperti judul film “Kukejar Cinta ke Negeri Cina”. Ku tunda membacanya, sembari berpikir apakah kisah disini juga akan serupa dengan alur dalam film tersebut. Berikut menurutku beberapa hal yang cukup mirip untuk ku simpulkan.

Pertama, petualangan seorang perempuan yang sedang melakukan perjalanan. Ya disini sosok Diva sedang melakukan perjalanan demi kebutuhan tugas kuliah, sedangkan dalam film juga menceritakn sosok Chen Jia Li (Eriska Rein) yang tengah melakukan perjalanan.

Kedua, sosok Dhika yang di identik dengan motor, bisa ku katakana serupa dengan sosok Ridwan Imam (Adipati Dolken) dalam film tersebut. Bahkan bagiku alur cerita ini dengan film tersebut hampir serupa. Yakni mengantar perempuan yang tengah bertualang kemanapun lokasi yang sedang ia cari. Laki-lakinya akan bersedia mengantar kemanapun.

Ketiga, sosok laki-laki dalam cerita dan film sama-sama memiliki seorang kekasih yang sudah lama mereka kenal.

Jujur bagiku terdapat kesamaan dalam isi cerita. Aku selaku pembaca butuh cerita yang lain dan berbeda. Karena kalau ada kemiripan akan sangat membosankan untuk dibaca.


Tenun Kenangan dalam Semangkuk Soto – Gina Maftunah
Sepertinya kisah yang dituliskan bukanlah fiksi, mungkin sedikit mengandung unsur kenyataan. Kisah ini sekaligus menjadi menutup yang mengesankan bagiku. Bagaimana tidak. Ini merupakan tulisan yang belum pernah aku membacanya, alur-alur cerita yang menyuguhkan hubungan yang harus terpisah dengan jarak cukup jauh dengan tujuan mengejar profesi. Ku kira hubungan tersebut akan berakhir dengan hal yang indah, atau salah satu dari mereka memilih menikah dengan orang lain saat sedang menjalani hubungan jarak jauh. Nyatanya tidak ada, baguslah tidak ada bagian demikian.

Cerita yang sangat menarik, mungkin ada kenangan yang masih melekat pada penulis. Apa mungkin ini sebenarnya pengalaman sosok Gina Maftunah? Karena ceritanya terasa begitu dalam dan ngena. Alur yang sangat menghanyutkan. Bisa ku katakan bahwa ini tulisan yang paling aku suka dalam buku ini.

Oh iya ada beberapa kalimat yang sebenarnya sangat aku suka, seperti kalimat “Alasanku kuat. Kamu pun tidak memiliki alasan lain yang lebih kuat untuk menahanku (hal. 241)”. Merupakan kalimat yang menurutku memanglah memotivasi bahwa saat mengejar apa yang ingin dicapai.

Kemudian kalimat “Kamu jadi penuh ambisi. Kamu ingin mengubah dan menaklukkan dunia. Entah dunia yang seperti apa yang sedang ingin coba kamu taklukkan” (pada hal. 250). Membuatku berpikir bahwa memanglah apa yang ingin kita kejar harus terus diperjuangkan. Namun sayangnya ambisi kitalah yang membuat orang-orang terkasih merasa terpinggirkan.

Semua tulisan adalah terbaik, hanya saja alur cerita yang terkesan sudah pernah ada membuatnya menjadi bosan untuk dibaca. Terima kasih telah berkenan untuk di ulas.

,

Senin, 07 Oktober 2019

Review Film Joker (2019): Pesan Sosial Politik di Kota Ghotam Pada Film Joker


Joker 2019 (doc. google)

Sepertinya tidak diperlu dijelaskan lebih rinci siapa itu Joker. Karena secara pribadi saya tidak mengikuti perkembangan Joker dari awal debut. Saya pun, bukan penggemar DC dengan segala Hiroes-nya. Namun pertama kali melihat Poster Joker di twitter cukup menarik dan beberapa bahasan orang-orang tentang film ini membuat penasaran.

Perlu diketahui bahwa Film Joker (2019) menceritakan tentang seorang Arthur Fleck (Joaquin Phoenix) hingga menjadi sosok Supervillain yang sangat meresahkan Gotham dan selalu menjadi sosok yang dicari oleh Batman. Namun siapa sangka disinilah akhirnya dikatahui alasan Batman selalu mengejar Joker. Sehingga kusimpulkan bahwa ternyata mereka merupakan saudara se-ayah.

Mungkin sudah banyak ulasan terhadap Film Joker (2019), sudah cukup jelas dan rinci setiap review yang dilakukan berbagai sumber. Mulai dari kehebatan aktor, musik yang mendukung, cinematography yang sangat keren, kehidupan Arthur Fleck, kesedihannya, psikologi seorang Joker hingga banyak keheboan dengan narasi:
“Joker: Orang baik yang tersakiti"
Bahkan ada yang hidupnya merasa sama dengan Arthur Fleck, dan ada yang sampai berkata perlukah dia membunuh orang yang pernah menyakitinya. Seseram itukah pesan yang orang terima?


Dalam tulisan ini, hanyalah pendapat saya secara pribadi terhadap film Joker (2019) secara sosial politik. Jikapun ada kesalahan mari berikan saran demi kebaikan bersama.

Konstruksi Sosial Penonton Terhadap Joker sebagai Supervillain


Film Joker 2019
Joker 2019 (doc. google)

Konstruksi sosial sendiri dapat diartikan sebagai proses sosial melalui tindakan dan interaksi yang terjadi secara terus menerus hingga menjadi kenyataan sosial. 3 tahap konstruksi hingga menjadi kenyataan sosial menurut Berger & Luckmann: Eksternalisasi, Objektivasi, dan Internalisasi.

Seorang Arthur Fleck tidak pernah berkeingannya untuk menjadi seorang penjahat. Namun secara keseluruhan Film Joker berhasil membuat penonton mengkonstruksi bahwa Joker adalah Supervillain.

1.    Proses Eksternalisasi merupakan usaha pencurahan atapun ekspersi diri individu terhadap lingkungan baik secara fisik maupun mental. Arthur Fleck menjadi joker karena ia mencurahkan kemuakan dirinya terhadap kehidupan sosial yang membuatnya dibenci banyak orang. Namun nyatanya, ia bangga menjadi seorang Joker karena merasa lebih bahagiah, sehingga tindakan tersebut berualng kali dilakukan. 

2. Proses Objektivasi merupakan proses ide-ide tersebut menjadi objek dan mulai dipersepsikan sebagai kenyataan.  Objektifikasi melibatkan konsesus, interaksi dan habitus. Hal ini merupakan proses objektifikasi yang penonton lihat. Penonton berusaha melakukan kesepakatan bahwa Joker adalah Supervillain karena selama dalam film, lebih banyak kerusuhan dan kerusakan yang diperbuat. Hingga tindakan yang dilakukan Joker sudah dianggap sebagai bagian dari kebiasaan seorang joker (Habitus).

3.  Internalisasi merupakan proses akhir yang menyatakan bahwa individu melihat sesuatu sebagai kenyataan objektif. Padahal hanyalah terbentuk dari pemikiran dan opini. Kenyataanya memang setiap orang sepakat bahwa Joker merupakan sosok supervillain. Setelah melalui proses pengamatan terhadap tindakan jahat seorang joker.

Sehingga dari berbagai Film yang terdapat Joker sangatlah mempengaruhi persepsi kita terhadap citra seorang Supervillain Joker. Konstruksi ini dibangun oleh DC, Joker dan Penonton.

Konflik Sosial Film Joker (2019)

Joker 2019 (doc. google)

Gambaran kondisi pilu, tragis serta kegilaan dalam Film Joker (2019) sangatlah gamblang ditunjukan. Sadar ataupun tidak kondisi demikian merupakan hal yang hingga saat ini masih menjadi permasalahan diberbagai negara. Konflik sosial yang ditunjukkan dalam film Joker (2019) juga sangat jelas terlihat. Konflik sosial tersebut meliputi:

1.       Kelompok Barjuis dan Kaum Proletar
Secara pribadi cukup jelas ditampilkan adanya perbedaan kelas sosial yang diperlihatkan dalam Joker (2019). Kelompok Borjuis ditunjukan pada elit dan konglomerat sedangkan Proletar merupakan masyarakat miskin di kota Gotham. Hidup di Gotham dalam kondisi titik buruk hingga munculnya perpecahan. Sangatlah jelas adanya kelas sosial dan perbedaan perlakukan.

2.       Kekerasan Fisik dan Mental (Rundung dan Pukulan)
Kita tidak akan membahas tindakan yang dilakukan Joker. Melainkan membahas perlakuan sebelum munculnya seorang joker. Kekerasan fisik sangat jelas 60 menit pertama dalam film. Belum lagi tindakan rundung terhadap dirinya yang sering dianggap mengalami kejiwaan yang sakit, hingga semakin membuat Arthur Fleck mengalami mental yang tertekan.

3.       Pelecehan
Pelecehan masih kerap terjadi dalam kehidupan sosial. Terlihat dalam Film Joker (2019) saat seorang perempuan diganggu tiga laki-laki saat berada dalam kereta. Tindakan tersebut terjadi di kereta yang sepi penumpang.

4.     Politik Manipulatif dan Keberpihakan Media
Saat terbunuhnya tiga orang kaya yang merusaha melakukan pelecehan terhadap seorang perempuan dan tindak kekerasan terhadap Arthur Fleck. Pemerintah menyalahkan tindakan tersebut terjadi sebagai perbuatan yang dilakukan warga miskin Gotham karena permasalahan ekonomi. Belum lagi media lebih berfokus pada pemunuhan yang dilakukan oleh badut lebih menarik ketimbang isu kemiskinan dan gejolak di Gotham. Padahal konflik ekonomi tengah memuncak di Gotham.

5.     Kejahatan adalah Tindakan Warga Miskin.
Tindakan kejatahan sering dianggap sebagai hal yang dilakukan oleh warga miskin. begitulah pernyataan yang disampaikan pemerintah.

6.       Pemerintah yang Tidak Peduli
    Hal yang paling membuat saya terperanga adalah saat banyaknya warga Gotham yang menuntut dan melakukan aksi didepan gedung pemerintahan. Eh pemerintahnya justru sedang asyik menonton Film Komedi dalam gedung. Mungkin begitulah kondisi saat mahasiswa aksi namun ternyata pemerintah sedang nyaman dalam gedung pemerintahan.

7.   Lingkungan yang Kurang Mengapresiasi dan Penerimaan.
      Secara keseluruhan film Joker (2019) memang berceita kemalangan seorang Arthur Fleck. Segala tindakan yang dilakukannya tidak ada apresiasi dari siapapun, Arthur Fleck yang malang. Lingkungan yang benar-benar membuat geram. Mulai dari pengkhianatan yang dilakukan teman, orang tua yang tidak menerimanya, kehilangan pekerjaan, dianggap aneh dan gila, serta berbagai tidak kekerasan yang diterimanya.


Siapapun Akan Ber-Empati

Awal mulainya Film dari menit pertama, penonton banyak yang tertawa karena Arthur tertawa secara terus menerus hingga tersedak. Lucu namun semakin berjalannya alur cerita, setiap kali Arthur tertawa lirih penonton di bioskop mulai kehilangan nyali. Semua seperti terbungkam dengan tawa Arthur yang menyimpan pilu dan beban yang mendalam. Mulai dari sorot mata, raut wajah, gerak badan hingga tawa yang sangat terasa membekas di ingatan siapapun yang menonton. Hingga banyak yang ber-empati terhadap kehidupan malang Arthur Fleck.

Atas persepsi buruk kita terhadap Joker selama ini, jadi muncul pertanyaan bahwa Joker itu apa Supervillain atau Heroes?
ini pakai filter Joker di Instagram. (doc. www.limsuandi.com)


,

Selasa, 17 September 2019

Jadilah Diri Sendiri dan Berhentilah Mengikuti Tren


Buku Lo Ngerti Siapa Gue karya Sophia Mega (Foto: www.limsuandi.com)
Buku Lo Ngerti Siapa Gue karya Sophia Mega (Foto: www.limsuandi.com)
Beberapa minggu lalu telah usai di baca. Jujur pengen banget menyampaikan maksud dari buku “Lo Ngerti Siapa Gue” karya Sophia Mega. Namun beberapa kali niat ingin menulis berada pada waktu yang tidak tepat. Karena kali ini benar-benar nggak bisa tidur dan bingung mau ngapain. Alhasil lebih baik buat tulisan. Ini ditulis dini hari ya, lebih tepatnya pukul 01.28 WIB pada 17 September 2019.

Buku Lo Ngerti Siapa Gue karya Sophia Mega ini ukuran dan ketebalannya pas. Karena kalau lihat buku yang tebal meskipun judulnya menarik maka saya pribadi akan langsung malas membacanya. Pertamakali lihat buku ini langsung baca biodata penulis, wadaw kok dikit banget ya biodatanya. Karena saking penasarannya aku langsung cari akun Instagram dan twitternya.

Bahkan sebelum dibaca bukunya, langsung aku story di instagram dan tag instagram @Sophiamega siapa sangka respon cukup baik dan ucapan selamat membaca.

Sebelum dibaca buku langsung aku story di instagram dan tag instagram @Sophiamega (Foto: www.limsuandi.com)


#LONGERTISIAPAGUE ini diterbitkan Metagraf, Creatif Imprint of Tiga Serangkai - Solo. Beruntungnya ini buku cetakan pertama. Sayangnya sih kudu dapat pesan tulis tangan nih dari penulisnya, bisa ucapan apalah gitu. misalnya biar aku nggak jomblo lagi gitu. 

Lo Ngerti Siapa Gue merupakan buku dengan genre motivasi (Self Improvement) dengan ketebalan 164 halaman. untuk 5 detik pertama bakal buat kamu penasaran sama isi bukunya. Aku nggak langsung baca isi buku. Melainkan melihat buku secara cepat, kali saja bertemu hal-hal yang membuat malas baca.

Tidak ada cela bagiku, sebab ilustrasi yang ditulis dengan tangan sangatlah menarik.  Belum lagi warna huruf dalam tulisan membuat mata tidak bosan.  Setelah bolak balik cek isi buku, aku baru menyadari bahwa isi buku hanya 2 warna. Oren dan dongker, mungkin dua warna tersebut menjadi daya tarik untuk membacanya. Tolong Sophia Mega saya pengen tau, ada konspirasi apa dibalik warna tersebut. Hehehe

Secara keseluruhan isi buku Lo Ngerti Siapa Gue menceritakan tentang apa yang kamu bagikan di media sosial, akan membuat yang lihat postinganmu berpikir kalau kamu itu begini. Misalnya begini ya, kamu sering banget posting jalan-jalan ke Pantai. Jadi orang akan berpikir bahwa kamu itu mencintai pantai dan lebih nyaman berada di pantai. Padahal belum tentu kamu sebenarnya nyaman di Pantai.

Padahal sebenarnya, tidak semua yang kamu posting itu berdasarkan apa yang kamu suka dan apa yang kamu miliki.

Hal yang sebenarnya juga menarik dari tulisan ini dan sama persis dengan diri saya. Yakni tulisan yang megenai Sophia Mega yang menjadi Blogger dan selalu mengejar kegiatan disegala tempat demi konten. Padahal aslinya kurang menikmati kegiatan tersebut. Bedanya saya adalah paling nggak bisa mengikuti kegiatan yang langsung update. Karena saya tipe netizen yang mengikuti kegiatan benar-benar harus menikmati yang sedang disampaikan hingga acara selesai.

Hal yang paling penting dan menjadi inti dalam tulisan ini. Kamu harus menjadi diri sendiri tanpa harus mengikuti tren. Ya tren yang benarnya membuatmu tidak nyaman untuk menjalaninya.

Bagiku tulisan paling klimaks ada di halaman penutupan. Yakni halaman 153 tentang apa-apa menjadi salah dimata netizen. Sebab apa yang kita lakukan tidak pernah ada yang paling benar bagi mereka. Bukan hanya itu, ketika sudah membagikan kehiduapn kita di publik. Artinya kita sudah siap untuk di komentari, dan tugas kita hanyalah menyaring komentar yang perlu membuat kita berkembang. Hiraukan komentar yang tidak perlu diprioritaskan.

#LONGERTISIAPAGUE cocok buat kamu yang rela menghabisakan banyak uang demi tren, padahal kamu sebenarnya tidak nyaman dan tidak menikmati apa yang ada pada kamu. Semoga kamu menjadi diri sendiri. Hal terpenting menemukan sesuatu yang sesuai dengan kemampuanmu. Ingat tren itu mahal, cek dompet anda sebelum mengikutinya.


,

Minggu, 08 September 2019

Bloger: Fenomena Berteman Sebatas Konten

Fenomena berteman sebatas konten memang hal yang lumrah dikalangan sesama bloger
Fenomena berteman sebatas konten memang hal yang lumrah dikalangan sesama bloger. (foto: www.limsuandi.com)


Sebelum membaca tulisan ini, teman-teman harus lapang dada dan pikiran terbuka. Mengingat judul mudah membangkitkan emosi dan mengundang respon yang bisa saja akan berakhir dengan hujatan. Tulisan ini tidak mengandung unsur apapun, hanya menyampaikan pemikiran saya pribadi. Mungkin juga teman-teman yang lain pernah mengalami (Mungkin).

Mengapa pertemanan bloger hanya sebatas konten menarik
Semakin menarik konten seseorang, maka kemungkinan untuk memiliki teman semakin besar. Katanya indikator konten menarik adalah banyaknya interaksi pada konten yang dibuat. Terlebih orang yang mereka kenal juga sudah banyak. Sehingga saling berkunjung memberikan ulasan.
Bagi bloger pemula konten seadanya, pasti perlu banyak mencari pertemanan untuk mendapatkan saran. Konten menarik itu yang bagaimana? Mau bertanya ke siapapun pasti bingung? Karena masuk dunia blog seorang diri (di tempat tinggal, bukan jagat siber). Mau bertanya kepada yang punya kontennya menarik nggak direspon. Karena setelah mereka melihat konten kamu tidak menarik. 
"Eh sebagai penulis pemula sadar diri dong, masak harus senior yang duluan negur" yaelah, udah ditegur kok, cuma diread doang. udah ah dia jago influence orang di maya. tapi kayaknya kalau sesama sih agak susah bagi ilmu".
Sebenarnya nggak ada masalahnya sih untuk memberikan saran tanpa harus menunggu kontennya menarik. Beragam respon terhadap cuitan saya di twitter mengenai blogger yang harus saling mendukung dengan cara saling follow. Respon terbanyak adalah 
“kalau kamu kontennya menarik ya saya follow balik, mengapa harus follow balik kalau kontennya nggak menarik”.
Bolehkah saya menyimpulkan untuk bagian ini, berteman sesama bloger yang belum ketemu hanya sebatas konten.

Mengapa tidak saling mendukung?
Tidak bisa dipungkiri bahwa untuk merasa senang dan lanjut nulis blog itu harus punya teman yang saling mendukung. Saling berkunjung dan saling terhubung di sosial media. Salah satu bentuk dukungan terhadap sesama adalah saling berteman di sosial media.
Nyatanya tidak semudah demikian. Beberapa kasus tertentu orang hanya akan berkunjung dan saling mengikuti ketika konten yang kamu berikan menarik. Padahal pada tahap proses tidak semua orang langsung dapat membuat konten menarik.
Semua butuh proses, bagi yang belum menarik kontennya tidak akan berteman dong?

Benarkah bloger hanya berteman orang yang ia kenal.
Sebenarnya tidak bisa dipungkiri jika seseorang melakukan demikian. Hal tersebut dengan pertimbangan kenyamanan ketika ia bersosial media.
Namun pernah nggak kita berpikir, ketika memutuskan untuk masuk dunia maya. Artinya sudah memutuskan untuk terkoneksi dengan banyak orang dengan pelbagai latar. Mengapa tidak membuat akun yang digembok, saja jika hanya ingin berteman dengan yang dikenal?
“Eh aku saja punya teman dunia nyata, follow aku di twitter dan nggak aku ikuti balik. Ngapaian konten dia saja nggak menarik. Karena yang aku ikuti berdasarkan minat dan hal yang membuat aku senang saja" . 
Terus ada ungkapan lain yang berkata
"Ya nggak bisa gitu, kali saja kan di twitter dia isinya konten negatif, porno dan ujar kebencian” 
Yang membuat aku bingung, sejak kapan anak bloger membuat dan menyebarkan konten negatif, porno dan ujar kebencian?

Masalah saling follow hak pribadi dan referensi individu.
Melakukan tindakan follow ataupun unfollow merupakan hak siapa saja, dengan pandangan menarik atau tidak konten orang tersebut. Terbilang cukup menarik, karena sebenarnya kasus berteman melihat konten yang dibuat terjadi pada akun yang bisa dikatakan sudah banyak meng-influence. Akan beda kasus pada bloger yang masih pemula, lebih butuh banyak mencari teman demi referensi dan bertanya. Logikanya mana pernah ada ya bloger pemula yang milih-milih teman.

Setuju nggak dengan kata “Kita bloger hanya se-Profesi, tapi belum tentu menjadi teman”?
Baru sadar sebenarnya aku tu cuma se-profesi belum tentu kita berteman, apalagi berteman dijagat siber. Sebenernya bener juga ya, kalau nggak ada yang diuntungkan dari tulisanmu mengapa harus berteman.  Namun bagi aku teman maya dengan sesama profesi sudah termasuk teman. Karena definisi teman bukan hanya orang yang dikenal secara langsung di offline.
Diibaratkan nih, kalau kamu berasal dari Palembang. Terus merantau ke Kalimantan udah puluhan tahun, eh ketemu orang yang ternyata juga dari Palembang. Bagaimana rasanya?
Begitu pula bagiku pertemanan dalam bloger.

Bagiku ada perbedaan istilah bloger dan konten kreator (konten writer)
Ketika seseorang memilih menulis biodata di sosial media menyertakan bloger. Sebenarnya ada tanggungjawab secara personal yang sadar atau tidak ia ambil. Saya pribadi memahami bahwa ada perbedaan mendasar antara bloger dan konten kreator (termasuk konten writer). Meskipun bloger adalah konten kreator.
Saya menyimpulkan begini, konten kreator merupakan orang yang menghasilkan konten. Orang suka ataupun tidak terhadap kontennya, bukan masalah. karena konten kreator bisa dibuat sendiri ataupun kelompok. Konten kreator nggak pernah tuh buat kegiatan kumpulan. Nggak mungkinkan kamu minta follback ke Ria Ricis atau Atta Halilintar.
Sedangkan bloger, memang berkecimpung dalam kepenulisan. Namun kebanyakan bloger merupakan perkumpulan orang yang bertugas meng-influene orang lain dengan tujuan tertentu. Komunikasi yang terjadi harusnya dua arah. Justru bentuk terbaik dari para bloger adalah saling mendukung. Misalnya kamu bertemu sama teman baru sesama blogger, pasti saling mengajak untuk follow.

“Sebenarnya kembali lagi ke pandangan masing-masing. Tidak ada salahnya untuk saling mendukung. Terima kasih sudah membaca.”

,