Pengalaman Mencairkan Deposito Bank Sumsel Babel

Pengalaman mencairkan deposito Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34
Tampak gedung Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34 (Foto: Lim Suandi)

Daftar Isi Tulisan ini:



Latar Belakang Memilih Tabungan Deposito

Sesungguhnya, niat melakukan deposito telah lama terpikirkan. Namun sering kali gagal, karena takut perihal keamanan, terlebih kalau terjadi hal yang tidak di inginkan. Seiring berjalannya waktu, saya mencari banyak informasi, perihal tulisan pengalaman orang lain yang menyimpan uang mereka dalam bentuk deposito. Pada akhirnya, saya memilih melakukan deposito bank sumsel babel dengan alasan jengkel akan biaya administrasi setiap bulannya, biaya yang memotong jumlah uang cukup banya bagi saya.

Bukan karena banyak uang, justru deposito dilakukan karena harus mulai berhemat dan memikirkan keuangan kedepannya. Karena perilaku konsumtif sepertinya mulai tidak terkontrol. Sejujurnya uang yang di depositokan merupakan gabungan dari beasiswa dan pendapatan freelancer. Beasiswa yang sengaja hanya digunakan untuk membayar biaya semester dan kost.

Mungkin 2 tahun sebelumnya beruntung, selain bisa mengehamat uang beasiswa, saya juga mengikuti program wirasusaha dan mendapatkan dana tambahan dari kampus. Belum lagi keberuntungan karena sedang banyaknya pernikahan yang bersamaan, sehingga para tukang foto nikahan terkenal full jadwal. Akhirnya saya mendapatkan jatah dari penganten yang belum mendapatkan tukang foto.

Oke lanjut perihal deposito. Sejujurnya memilih deposito lebih karena ingin menghindari uang di potong pajak dan biaya administrasi setiap bulan. Saya mulai memberanikan diri melakukan deposito pada 16 juli 2019 di Bank Sumsel Babel. Alasan memilih ke Deposito Bank Sumsel Babel karena hanya memiliki rekening di Bank tersebut.

Awal Kepincut Deposito

Masih ingat dengan kartu ATM atau debit wajib memiliki chip? Ya, saat itu maraknya tindakan pembobolan kartu debit. Sehingga sistem keamanan bank mulai mewajibkan pemasangan chip pada kartu debit.

Adanya kewajiban tersebut membuat saya mengurus kartu debit, agar diganti dengan yang baru dan telah memakai chip. Tujuannya karena keamanan dan kartu debit saya tidak terlelan mesin ATM. Karena waktu itu banyak teman yang mengalami musibah, kartu debit mereka tertelan di mesin ATM karena kartunya tidak ber-chip.

Masih ingat betul, hari itu merupakan hari pertama pelayanan pengantian kartu debit ber-chip. Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya Jl. Lintas Sumatera Km 34 membuka jadwal pelayanan di hari Sabtu dan Minggu. Padahal kan Sabtu dan Minggu libur.

Sebenarnya pergantian kartu debit ber-chip dapat dilakukan pada hari lain. Tapi ada faktor lain yang membuat saya tetap mengganti dihari Sabtu tersebut, lebih karena faktor gratis biaya pergantian. Karena setelah beberapa hari setelahnya, jika ingin melakukan pergantian fisik kartu debit akan berbayar Rp 15 ribu. Karena masih mahasiswa, ya sejujurnya 15 ribu lumayan dong, hehehe.

Saat bertatap dengan taller itulah saya banyak bertanya perihal deposito dan akhirnya meminangnya, *eh.

Deposito Pertama di Bank Sumsel Babel

Oh iya, perlu diingat lagi ya, saat akan melakukan deposito bank harus membawa KTP asli, buku tabungan, kartu ATM, dan pastinya meterai 6000. Kalaupun tidak membawa meterai, tenang saja bisa kok membeli disana saja (tapi sungguh merepotkan orang lain kamu tuh) dan biaya bisa langsung dipotong ke saldo di rekening anda.

Pengalaman Mencairkan Deposito di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34
Tampak Customer Service Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34 sebelum melakukan pemanggilan kepada nasabah (Foto: Lim Suandi)


Setelah datang dan mendapatkan nomor antrean, akhirnya nomor saya keluar dan dipanggil (bukan togel ya). Selanjutnya setelah mengobrol dan mendengar penjelasan Customer Service Bank Sumsel Babel mengenai deposito. Sejujurnya saya meng- iyakan saja. Karena juga kurang begitu paham. Akhirnya memilih tenor 3 bulan dengan suku buka 5,25% /bulan dan ternyata auto perpanjang, saat lupa untuk mencairkannya, tidak perlu lagi untuk mengurusnya.

Oh iya selama jangka waktu tersebut, dana deposito bank sumsel babel tidak dapat kita tarik, sebenarnya bisa kok ditarik. Tapi akan ada biaya penalti yang akan kita bayarkan karena mencairkan dana bukan pada waktunya, artinya dana tersebut akan dipotong, tidak tau berapa biaya terkena penalti.

Setelah semua proses penjelasan kamu pahami, waktunya Customer Service bank sumsel babel melakukan pengisian berkas serta meminta saya-----kita untuk mengisi formulir pendaftaran, kemudian formulir diproses dan doi melakukan input data, kita akan diperintahkan melakukan tanda tangan dibeberapa berkas. Jujur saja saya tidak begitu membacanya, karena langsung saja tanda tangan tanpa membaca ketentuan diberkas tersebut.

Setelah menunggu beberapa menit, akhirnya semua proses akan selesai. Dinyatakan selesai ketika kamu mendapatkan bukti melakukan deposito (namanya Bilyet).

Pengalaman Mencairkan Deposito di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34
Tampak Bilyet Deposito Bank Sumsel Babel, bilyet sebagai bukti sah deposito. (Foto: Lim Suandi)


Selama menunggu dan mengisi data, kamu boleh kok meminta permen di gelas Customer Service, dari pada gigit jari heheheh. Yeah kamu sudah selesai mempunyai tabungan dalam bentuk deposito bank sumsel babel. Jaga baik-baik bilyet yang kamu punya, pastikan aman dan terjaga. Kalau hilang ribet mengurusnya.


9 Bulan Tenor Deposito Berjalan

Setelah mengalami proses perjalanan cukup lama (bagi saya). Sebenarnya saya sungguh telah melupakan deposito Bank Sumsel Babel tersebut. Namun teringat saat kondisi saat ini, pekerjaan sedang dalam kondisi tidak baik, belum lagi kondisi keuangan yang sedikit bermasalah. Sehingga harus segera mencairkan deposito Bank Sumsel Babel saya, dan harus menunggu beberapa minggu lagi, karena harus menunggu tanggal jatuh tempo untuk mencairkan agar tidak terkena penalti.

Oh iya, selama tenor 3 bulan (3 kali berjalan) atau 9 bulan tersebut. Ada bagi hasil sebesar 5,25% yang saya dapatkan setiap bulannya, bagi hasil tersebut langsung masuk ke rekening saya. Berikut hasil rekap selama 9 bulan pengalaman melakukan deposito Bank Sumsel Babel:

Pengalaman Mencairkan Deposito di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34
Bagi hasil dari deposito yang telah dibayarkan setiap bulannya dan langsung masuk menjadi saldo di rekening tabungan (Foto: Lim Suandi).

Pengalaman Mencairkan Deposito Ketika Pandemi Covid-19

Tidak pernah ada yang tau, jika akan terjadi kondisi seperti ini bukan? Kondisi yang akhirnya memicu kelangkaan berbagai alat kesehatan, bahkan cara memperoleh kebutuhan pokok turut susah didapatkan. Bukan hanya itu saja, harga bahan pokok dan makanan turut mahal dan naik harga. Kondisi inilah membuat saya mau atau tidak, harus mencairkan deposito Bank Sumsel Babel yang sudah disimpan 9 bulan tersebut. Tidak ada pilihan lain, mengingat kondisi seperti ini.

Sejujurnya, banyak pekerjaan yang sudah dibatalkan, sehingga penghasilan nol. Tapi bersyukurnya adalah saya masih punya tabungan yang dapat digunakan untuk keperluan saat kondisi pandemik covid-19. Semoga wabah ini segera hilang dan kondisi perekonomian Indonesia kembali seperti semula. Aamiin

Pengalaman Mencairkan Deposito di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34
Tampak gedung Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34 (Foto: Lim Suandi)


Oh iya, saat akan mencairkan deposito ke bank pastikan berkasnya sudah siap dan didalam tas, jangan sampai teringgal. Kali ini kebetulan saya mencairkan di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34. Saat mencairkan deposito ini, Indonesia dan negara lain sedang pandemik covid-19. Jadi, saat mencairkan deposito saya harus menggunakan makser, guna tetap melindungi diri, bahkan menghindari hal buruk terjadi. Siapa sangka, ternyata di Bank telah melakukan peraturan bahwa nasabah yang masuk diwajibkan memakai masker, artinya yang tidak membawa masker tidak boleh masuk dan membeli terlebih dahulu deh.

Pengalaman Mencairkan Deposito di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34
Himbauan untuk menggunakan masker, menjaga jarak, serta anjuran mencuci tangan, yang terpasang di pintu gedung Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34 (Foto: Lim Suandi)

Saya datang lebih awal, yakni pukul 07.30 WIB dengan tujuan mendapatkan nomor antre-an paling awal. Setibanya dilokasi, ternyata jadwal buka bank berubah. Semula dibuka pukul 08.00 WIB menjadi 08.30 WIB. Saya rasa cukup bagus dan sudah cukup banyak yang sudah menunggu. Akhirnya sempatkan untuk mengambil beberapa foto. Sebelum pintu dibuka dan masuk, saya terlebih dahulu mencuci tangan di keran yang telah di sediakan. Setelah tepat waktunya buka, saya mengambil nomor antrian untuk bertemu Customer Service melalui satpam yang sedang berjaga. Alhamdulillah, dapat nomor antrian 02, begini nih kalau datang pagi, nikmat sekali.

Pengalaman Mencairkan Deposito di Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34
Tempat cuci tangan yang terpasang di pintu gedung Bank Sumsel Babel Cabang Indralaya KM 34 (Foto: Lim Suandi)


Setelah nomor antrian saya dipanggil, kemudian melangkah ke Customer Service Bak Sumsel Babel, lalu ditanya ada keperluan apa sambil tersenyum ramah. Ya jelaskan saja tujuan untuk mencairkan tabungan deposito Bank Sumsel Babel. Langsung berikan KTP asli, buku tabungan, kartu ATM dan meterai 6000. Tunggu proses dan nanti bakal disuruh tanda tangan. Ketika semua proses selesai maka saldo akan langsung dipindahkan ke ATM. Yeah selamat sudah selesai mencairkan tabungan deposito Bank Sumsel Babel tersebut. Selama menunggu proses sekitar 10 menit, tetap dong bilang ke Customer Service, boleh mintak permen kak? hehehe

------------------------------------------------------------------------------------

Sekian tulisan saya mengenai pengalaman mencairkan deposito tabungan bank, tepatnya di Bank Sumsel Babel. Semoga pembaca tertarik untuk melakukan deposito jika memiliki uang lebih. Karena tabungan sungguh bermanfaat saat kondisi keuangan sedang terpuruk. Terima kasih sudah membaca tulisan ini.

Jika ada pertanyaan, silakan kirimkan dikolom komentar.

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama